Sejumlah nama yang santer disebut bakal maju bertarung memperebutkan kursi nomor satu di partai beringin adalah petahana Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Airlangga Hartarto, Hajriyanto Y Thohari, Agus Gumiwang Kartasasmita, MS Hidayat, dan Zainuddin Amali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total ada 554 pemegang hak suara di Munas yang akan menentukan siapa ketua umum Golkar berikutnya. Dari 554 itu, 1 adalah Dewan Pimpinan Pusat Golkar, 33 dari DPD I Golkar tingkat provinsi, 510 dari DPD II Golkar tingkat kabupaten/kota, dan 10 dari ormas sayap Golkar.
Sambil bercanda, Theo mengatakan apabila jumlah suara yang diklaim para bakal calon ketua umum Golkar itu benar, maka total suara bisa mencapai seribu, tak hanya 554 seperti seharusnya.
“Saya dengar ada bakal calon yang sudah mengumpulkan dukungan sampai 400 suara, lalu Pak Agung 300 suara dan Pak Priyo 300 suara. Nah, kan kalau ditotal lebih dari seribu suara,” kata Theo tertawa. Theo, seperti Fadel, masuk ke kubu Ical.
Sebelumnya, Agung Laksono mengaku mendapat dukungan antara lain dari DPD Golkar Sulawesi Selatan. “Total dukungan sudah lebih dari 50 persen. Ketentuan (untuk mencalonkan diri menjadi ketua umum) kan mengantongi dukungan 30 persen,” kata mantan ketua DPR itu.
Sementara Priyo mengklaim telah mengantongi dukungan resmi dari 380 DPD II Golkar se-Indonesia. Maka target minimal 30 persen suara untuk maju ke pertarungan ketua umum Golkar, ujar Priyo, telah dia kantongi. “Alhamdulillah. Ada juga dukungan dari DPD I Golkar,” ujar mantan Wakil Ketua DPR itu.
Apakah Ical, Priyo, atau Agung yang bakal memegang mahkota Kerajaan Golkar, akan tergantung pada dinamika internal partai itu di saat-saat terakhir jelang Munas.