Semula TPPG yang diketuai Agung Laksono berencana menyelenggarakan Munas pada 15-18 Januari 2015. Namun kondisi Golkar yang dinilai genting membuat mereka mempercepat Munas. Lagipula, menurut TPPG, seluruh persiapan untuk menggelar Munas telah rampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pemegang hak suara Munas yang berjumlah sekitar 560, ujar Agun, kuorum sudah terpenuhi. “Syarat kuorum kan yang penting lebih dari 50 persen pemilik suara dari seluruh Indonesia. Artinya bila ada 280 pemegang suara, sudah kuorum. Maka dalam hitungan jam, kami akan mengadakan Munas,” kata dia.
“Kami bilang, kalau bisa mereka kirim saja perwakilan. Yang penting pengurus. Akhirnya mereka bersedia hadir ke Jakarta,” ujar Agun.
Saat ini peserta Munas yang berdatangan ke Hotel bercure semakin banyak. Di antara mereka tampak anggota dan pengurus ormas pendiri Golkar seperti SOKSI dan KOSGORO, serta perwakilan DPD Golkar Ngawi yang mengenakan baju serba kuning khas Golkar.
Soal ancaman bagi kader yang menghadiri Munas Jakarta dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nurul Arifin dari kubu Ketua Umum Aburizal Bakrie. “Itu Munas ilegal karena Munas yang sah sudah dilakukan di Bali. DPP akan menjatuhkan sanksi bagi pengurus DPD Golkar yang menghadiri Munas itu nanti malam,” kata Nurul kepada CNN Indonesia.
TPPG –yang seluruh anggotanya telah dipecat Golkar dalam Munas Bali– berkukuh menggelar Munas Jakarta karena memandang Munas Bali tidak sah, tidak berlangsung secara demokratis, dan sejak awal hanya diskenariokan untuk memenangkan kembali Aburizal Bakrie secara aklamasi sebagai Ketua Umum Golkar.