Ignatius Bambang Tjahjono, Direktur Utama AirNav, mengakui Capt. Irianto yang menjadi pilot pesawat Airbus A320-200 nahas tersebut memang telah meminta kepada petugas ATC untuk menaikkan ketinggian penerbangan dari 32 ribu kaki ke 38 ribu kaki.
“Namun untuk bisa mencapai 38 ribu kaki tersebut, AirAsia harus melalui ketinggian 34 ribu kaki yang ketika itu ada pesawat milik PT Garuda Indonesia Tbk,” ujar Bambang di Posko Penanganan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo menjelaskan berdasarkan data percakapan yang terekam antara pilot dengan ATC, pesawat AirAsia kemudian diminta untuk bergeser ke kiri, karena permintaannya untuk naik ke atas tidak memungkinkan.
Kemudian pada pukul 06.16 WIB, pesawat masih terlihat di layar radar. Baru pada pukul 06.17 WIB, di layar hanya tampak sinyal ADS-B. "Saat itu pesawat sekaligus hilang kontak dengan ATC," kata Djoko.