"Kami (Basarnas) punya ID ELT yang terpasang di AirAsia QZ 8501," kata Kepala Basarnas FHB Soelistyo dalam keterangan persnya, Selasa (30/12) di Kantor Pusat Basarnas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski belum ada kejelasan lokasi hilangnya pesawat, Basarnas memperluas area pencarian dari semula tujuh sektor menjadi 13 sektor. Lokasi pencarian bahkan dilakukan hingga ke darat. Jika semula hanya Sektor III yang mencakup area pencarian sampai daratan, kini ada dua sektor lagi di mana pencarian pesawat dilakukan hingga ke darat.
ELT merupakan alat pemancar radio untuk mengetahui keberadaan pesawat saat kondisi darurat terjadi. Sejak pesawat itu dinyatakan hilang kontak pada Ahad pagi (28/12), belum satu pun pihak yang menangkap sinyal darurat dari pesawat tersebut. Padahal daya ELT hanya bertahan selama dua hari. Lebih dari dua hari, ELT dipastikan tidak memancarkan sinyal.