Malam pergantian tahun, 31 Desember, seharusnya menjadi momen penuh keceriaan bagi mereka. Sebelumnya, kerabat terkasih mereka bahkan berencana merayakan pergantian tahun ke Negeri Singa Putih, Singapura. Namun takdir berkata lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angan penuh tawa di pengujung tahun pun berakhir mimpi buruk. Pesawat yang ditumpangi dengan hati gembira, berubah puing. Hasrat untuk bertemu dan menghabiskan akhir tahun dengan gembira bersama orang-orang terkasih, berganti duka.
Senandung sendu
Tepat pukul 16.00 WIB di hari terakhir 2014, dua unit ambulans membawa dua jasad penumpang AirAsia QZ8501 memasuki RS Bhayangkara Surabaya, salah satunya adalah pramugari QZ8501 bernama Khairunisa Haidar Fauzi. (Baca: Jenazah Pramugari Dievakuasi)
Selang dua jam, langkah-langkah gontai terdengar. Para kerabat korban dengan wajah sendu memasuki Crisis Centre di Mapolda Jawa Timur. Air mata tak lagi mengalir, namun kesedihan mewujud nyata di wajah-wajah.
Seorang lelaki tua yang tampak lelah, berjalan dengan bantuan kerabat lainnya. Matanya sedikit sembab lantaran habis menangis. Mata itu kosong, menatap menerawang tak berbatas, bagai cinta tak berbalas.
Lelaki tua itu hanya satu dari ratusan orang yang berduka di sudut Surabaya. Seorang wanita juga terlihat duduk termangu di sudut lain ruangan. Tak banyak yang bisa dilakukan. Manusia-manusia duduk tertunduk selama beberapa jam.
Satu jam berlalu, mereka pun beranjak pergi. Kembali ke hotel untuk kembali lagi esok hari, ketika tahun telah berganti.
Petugas gabungan TNI, Polri, dan Badan SAR NAsional memasukkan dua jenazah korban AirAsiaQZ8501 ke mobil ambulans di Lanud Juanda, Surabaya, Selasa 31 Desember 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Tahun telah berganti, 1 Januari 2015, namun mereka masih harus menanti. Menanti kepastian kabar dari orang-orang tercinta. Dari lebih dari 150 orang di dalam pesawat, baru tujuh jasad ditemukan. Ke mana lainnya? Sampai kapan harus menunggu?
Semoga seiring tahun berjalan, langkah-langkah lunglai itu kembali teguh. Duka tersimpan, doa terlantun. Semua milik-Nya akan kembali pada-Nya. (pit/agk)
Petugas gabungan TNI, Polri, dan Badan SAR NAsional memasukkan dua jenazah korban AirAsiaQZ8501 ke mobil ambulans di Lanud Juanda, Surabaya, Selasa 31 Desember 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)