"Ya, kami benarkan pihak AirAsia terlambat mengambil laporan cuaca dari BMKG," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bandara Juanda Bambang Setiajid menjelaskan saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (2/1).
Bambang mengatakan pihak AirAsia baru mengambil laporan cuaca saat pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 06.16 WIB, yang terlihat dalam radar Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soekarno-Hatta hanya realisasi penerbangan QZ8501. Pesawat tersebut kemudian resmi dinyatakan hilang pada pukul 07.55 WIB.
"Pilot seringkali mengambil laporan cuaca di luar BMKG, seperti perusahaan induk mereka di Singapura atau Malaysia, dan lain-lainnya," ujar dia.
Padahal, kata Bambang, menurut ketentuan penerbangan internasional, catatan laporan cuaca tersebut wajib hukumnya untuk diambil dan digunakan oleh maskapai penerbangan.
"Dalam kasus ini, pihak AirAsia telah menyalahi ketentuan internasional dengan tidak mengambil log book BMKG untuk penerbangan QZ8501," kata dia.
Bambang menjelaskan dalam log book berisi mengenai informasi keberangkatan, dalam perjalanan hingga sampai tujuan, termasuk di dalamnya kondisi angin, awan dan rute penerbangan alternatif.