Menumpang pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, 47 pasukan yang berasal dari Komando Pasukan Katak, Detasemen Jala Mengkara, Intai Amfibi, dan Dinas Penyelamatan Bawah Permukaan Air ini tiba di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12) siang kemarin.
"Kami membawa berbagai perlengkapan, salah satunya dua unit Kirby Morgan Band (KMB)," ujar Koordinator penyelam TNI AL, Mayor Profs Dhegratmen.
KMB yang dimaksud Profs adalah helm khusus selam yang tersambung selang sepanjang 150 meter dengan tabung oksigen di board kapal. Berbeda dengan Self Contents Under Water Breathing Aparatus (Scuba), simpanan oksigen pada sistem KMB jauh lebih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi alam akan menjadi faktor kunci pada evakuasi ini. Kemarin, ombak di perairan sekitar Kumai mencapai tiga hingga empat meter.
Badai tropis Jangmi yang bergejolak di Filipina, menurutnya, bisa mempercepat arus bawah laut di sekitar Kumai. "Kejadian seperti itu bisa memberikan pengaruh, apalagi Filipina dekat dengan kita," ujarnya.
Pada rencana operasi TNI AL, satu kali penyelaman nantinya akan dilakukan oleh dua orang. Secara bergantian, setiap pasangan akan turun ke bawah laut.
Saat ditanya batas waktu operasi penyelamatan ini, Profs berkata kelompoknya siap bekerja tanpa batas waktu. " Tidak ada batas waktu selama masih bisa, kami akan kerja," katanya. (sip)