Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Kapolri Jenderal Sutarman, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu Jokowi memerintahkan para menteri terkait untuk mempersiapkan segala akomodasi, logistik, pengamanan protokol, dan kesehatan, sebab waktu yang tersisa tinggal tiga bulan lagi.
KAA merupakan konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, pada 18 April-24 April 1955. Peserta KAA ketika itu mayoritas merupakan negara yang baru merdeka.
Negara-negara penyelenggara pertemuan tersebut antara lain Indonesia, Myanmar, Sri Langka, India, dan Pakistan, serta dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri RI yang menjabat saat itu, Sunario.
Tujuan penyelenggaraan KAA adalah untuk mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika, serta melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
KAA ketika itu menghasilkan Gerakan Non-Blok, yakni kekuatan baru yang tidak memihak Blok Barat (AS dan sekutunya) serta Blok Timur (Uni Soviet dan sekutunya) yang terlibat Perang Dingin.
Peringataan KAA yang ke-50 sebelumnya digelar pada tahun 2004. (agk)