PDIP VS ABRAHAM SAMAD
Ketua Komisi III DPR: Tak Mungkin Hasto Bergerak Tanpa Bukti
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2015 06:57 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin meminta kepada semua pihak agar berpikir positif dalam menanggapi konfirmasi yang dikeluarkan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengenai 'Rumah Kaca Abraham Samad'.
Hal tersebut disampaikannya menanggapi adanya kemungkinan semua yang telah dilontarkan oleh Hasto tidak memiliki bukti sama sekali.
"Apakah mungkin Pak Hasto mengatakan hal tersebut tanpa bukti. Ya seperti mimpi, kalau mau bermimpi kan harus tidur dulu. Berpikir positif dulu saja," tutur Azis di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (22/1).
Lebih lanjut, ia berasumsi Hasto menyampaikan pernyataan terkait hal tersebut dengan mengantongi dua alat bukti yang cukup.
"Kan bisa dengan rekaman, surat, bisa juga ditambah dengan saksi," terangnya.
Saat ditanyai mengenai langkah yang akan diambil oleh Komisi Hukum dalam menanggapi hal tersebut, Politikus Partai Golkar ini menyerahkan seluruhnya ke KPK dan PDIP.
"Kami dalam hal ini kan kewenangan pembicaraan PDIP dan Abraham Samad, kami tidak tahu persis kejadiannya," tuturnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebutkan pertemuan antara dirinya dengan Samad dilakukan sebanyak enam kali. Pertemuan digelar sebelum Mei 2014 di sejumlah apartemen di bilangan Sudirman, Jakarta. Samad yang masih menjabat Ketua KPK, selalu menggunakan masker berwarna hijau dan topi ketika bertemu.
Hasto menuturkan, dalam pertemuan tersebut Samad menyampaikan keinginannya untuk dapat mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden di Pemilu Presiden 2014. Namun, setelah dipertimbangkan oleh PDIP dan segenap partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, pilihan rekomendasi nama calon wakil presiden jatuh kepada Jusuf Kalla. (pit/obs)
"Apakah mungkin Pak Hasto mengatakan hal tersebut tanpa bukti. Ya seperti mimpi, kalau mau bermimpi kan harus tidur dulu. Berpikir positif dulu saja," tutur Azis di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan bisa dengan rekaman, surat, bisa juga ditambah dengan saksi," terangnya.
"Kami dalam hal ini kan kewenangan pembicaraan PDIP dan Abraham Samad, kami tidak tahu persis kejadiannya," tuturnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebutkan pertemuan antara dirinya dengan Samad dilakukan sebanyak enam kali. Pertemuan digelar sebelum Mei 2014 di sejumlah apartemen di bilangan Sudirman, Jakarta. Samad yang masih menjabat Ketua KPK, selalu menggunakan masker berwarna hijau dan topi ketika bertemu.
Hasto menuturkan, dalam pertemuan tersebut Samad menyampaikan keinginannya untuk dapat mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden di Pemilu Presiden 2014. Namun, setelah dipertimbangkan oleh PDIP dan segenap partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, pilihan rekomendasi nama calon wakil presiden jatuh kepada Jusuf Kalla. (pit/obs)