"Apakah mungkin Pak Hasto mengatakan hal tersebut tanpa bukti. Ya seperti mimpi, kalau mau bermimpi kan harus tidur dulu. Berpikir positif dulu saja," tutur Azis di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan bisa dengan rekaman, surat, bisa juga ditambah dengan saksi," terangnya.
"Kami dalam hal ini kan kewenangan pembicaraan PDIP dan Abraham Samad, kami tidak tahu persis kejadiannya," tuturnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebutkan pertemuan antara dirinya dengan Samad dilakukan sebanyak enam kali. Pertemuan digelar sebelum Mei 2014 di sejumlah apartemen di bilangan Sudirman, Jakarta. Samad yang masih menjabat Ketua KPK, selalu menggunakan masker berwarna hijau dan topi ketika bertemu.
Hasto menuturkan, dalam pertemuan tersebut Samad menyampaikan keinginannya untuk dapat mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden di Pemilu Presiden 2014. Namun, setelah dipertimbangkan oleh PDIP dan segenap partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, pilihan rekomendasi nama calon wakil presiden jatuh kepada Jusuf Kalla. (pit/obs)