Menurut Deputi Pencegahan KPK Johan Budi Sapto Pribowo, pertemuan seorang pimpinan dengan elite partai politik adalah lumrah. Selama bertujuan untuk kepentingan proses pencegahan dan penindakan hukum, pertemuan itu sah-sah saja.
Jika benar substansi pertemuan itu menyalahi aturan, maka tuduhan yang disampaikan harus disertai bukti. "Sebab fitnah lebih kejam dari pertemuan," ujar Johan dalam keterangan pers di Gedung KPK, Kamis petang (22/1).
Johan memastikan, jika Hasto Cs memiliki bukti-bukti valid, maka KPK akan mengambil tindakan yang diperlukan lantaran lembaga antirasuah harus zero tolerance terhadap korupsi. "Apakah langkah-langkah itu? Terlalu dini untuk mengatakan itu karena Hasto juga belum menyampaikan bukti-buktinya," ujar Johan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rabu siang (22/1), Hasto menggelar konferensi pers yang membenarkan ada pertemuan intens antara dirinya dengan Samad ketika partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tengah mempertimbangkan calon wakil presiden bagi Jokowi. Total ada enam kali pertemuan antara PDIP dengan Samad yang dimulai pada Februari 2014.
Hasto lantas menginformasikan keputusan partai kepada Samad. "Saya cerita dengan Abraham, dan dia katakan ‘Ya, saya tahu. Saya sudah melakukan penyadapan, dan yang menyebabkan saya gagal adalah Saudara BG (Budi Gunawan),’” ujar Hasto menirukan ucapan Samad kala itu. (rdk/sip)