Lewat Silat, Prabowo dan Jokowi Menghangat

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 29/01/2015 23:17 WIB
Lewat Silat, Prabowo dan Jokowi Menghangat Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Istana Bogor, (29/1). (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak Kamis (29/1) pagi, pewarta yang bertugas meliput di Istana Negara sudah mendengar tentang rencana pertemuan antara dua mantan petarung kursi RI-1. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dijadwalkan datang ke Istana Bogor untuk menemui Presiden Joko Widodo.

Rencana tersebut membuat teka-teki di benak para pewarta. Alasannya, di antara kisruh Polri dan KPK dua pekan belakangan, Presiden Jokowi kerap melakukan pertemuan-pertemuan dengan banyak pihak. Siang itu, giliran pertemuan dengan Prabowo yang dipertanyakan.

Bagaimana tidak, meski telah bertemu beberapa kali dalam acara resmi setelah Jokowi secara sah terpilih sebagai pemangku kekuasaan negara, ingatan masyarakat -terlebih lagi pewarta- masih kental dengan pertarungan sengit keduanya dalam Pemilihan Presiden tahun lalu.


Namun, keduanya kini kerap menunjukkan kehangatan tersendiri. Tak lagi ada perang dingin di antara mereka. Begitupun dengan mimik Prabowo, saat turun dari mobil Lexus putih dengan No.Pol B 17 GRD. Sang purnawirawan Letnan Jenderal itu melemparkan senyum kepada pewarta yang sudah menanti kehadirannya. 

Sesaat setelah menyambangi pewarta di halaman Istana Bogor, Prabowo dikawal seorang ajudan masuk ke ruang pertemuan. Hampir satu jam berselang, pewarta yang sudah menunggu diminta untuk menuju halaman depan ruang utama Istana. Rupanya, di sana Jokowi akan mengantarkan Prabowo keluar meninggalkan kompleks Istana.

Keduanya menebar senyum cerah, seakan ingin menunjukkan kepada media bahwa hubungan keduanya kini terjalin baik. Meski berdiri sebagai tuan rumah, Jokowi memberikan kesempatan kepada Prabowo untuk berbicara lebih dulu. 

Para pewarta saat itu mengira apa yang akan diungkapkan oleh keduanya adalah terkait permasalahan antara dua lembaga hukum, KPK dan Polri. Tapi ternyata, Prabowo membuka obrolan dengan wacana dunia persilatan. 

"Kebetulan tadi saya melaporkan, saya baru saja dipilih kembali sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Dunia," kata Prabowo sambil tersenyum.

Tak berhenti di sana, pria kelahiran 1951 itu dengan bangga menyampaikan bahwa tim pencak silat Indonesia kembali berhasil meraih juara umum dalam kejuaraan dunia pencak silat di Phuket, Thailand.

"Karena itu saya lapor dan mohon ke Beliau untuk menerima Federasi Pencak Silat dan juga Ikatan Pencak Silat Indonesia. Beliau tadi menyampaikan berkenan menerima," kata Prabowo.

Dengan wajah sumringahnya, Prabowo pun mendaulat Jokowi sebagai pendekar utama Pencak Silat Indonesia. 

"Kita sampaikan, tradisi kita selama ini, Presiden adalah pendekar utama pencak silat Indonesia. Jadi kami mohon nanti Beliau pada saat menerima pengangkatan sebagai pendekar utama pencak silat Indonesia, Beliau pakai pakaian pencak silat. Beliau sudah bersedia."

Mendengar pengangkatan secara mendadak itu, Jokowi langsung tertawa. Dia pun langsung menyambut permintaan Prabowo. "Federasi silat dan ikatan pencak silat seluruh Indonesia akan bertemu dengan saya lagi di Istana pada Februari nanti," ujar Jokowi.

Akrab dan hangat. Dua kata itu layak dipilih untuk menggambarkan bagaimana suasana pertemuan Jokowi dan Prabowo sore tadi. Di antara panasnya isu hukum negeri ini dan ingatan tentang perang dingin masa lalu di antara mereka, rasanya kedua tokoh ini ingin meredamnya perlahan-lahan. 
(meg/meg)