"Ini kan hanya ada orang di KPK dan di Polri yang bermasalah. Hanya saja direduksi oleh berbagai pihak seolah menjadi persoalan antar lembaga," ujar Johan ketika dihubungi CNN Indonesia, Minggu (8/2).
Johan menilai urusan hukum yang melibatkan para petinggi KPK dan Polri tidak serta-merta menjadikan kedua lembaga tersebut berusaha untuk saling menjatuhkan satu sama lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itulah, Johan tidak merasa hubungan yang memanas antar kedua pimpinan lembaga saat ini mendesaknya kembali menjadi juru bicara KPK.
Dukungan ini terlihat dari massa yang setia menjaga kantor KPK di Kuningan, Jakarta, saat Bambang Widjojanto ditangkap polisi 23 Januari lalu. Selain itu, tagar #saveKPK juga ramai digunakan oleh masyarakat di dunia maya.
Awal Januari lalu, Johan mengajukan pengunduran dirinya sebagai Jubir kepada pimpinan KPK. Permintaan pengunduran diri itu merupakan yang ketiga kalinya dilayangkan Johan. Pada tahun 2010, Johan bahkan mengajukan surat pengunduran diri dari lembaga antikorupsi itu.
Johan sebenarnya sudah dilantik sebagai Deputi Pencegahan KPK sejak 17 Oktober 2014. Namun, saat itu dia juga diminta merangkap jabatan sebagai Jubir lembaga antirasuah itu hingga KPK bisa mendapatkan penggantinya. (gen)