"Banyaknya banjir di Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara ini sesuai dengan konsentrasi sebaran hujan yang berada di Jakarta bagian utara. Hujan sangat lebat terjadi di Kemayoran dengan curah hujan 177 mm per hari," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.
Berdasarkan data BNPB, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan memiliki titik banjir terendah di ibukota. Dua wilayah itu masing-masing memiliki 17 dan 8 titik.
Sutopo mengatakan, curah hujan hari ini lebih rendah dibandingkan curah hujan pada banjir Jakarta 2013 dan 2014 lalu. Menurutnya, buruknya drainase perkotaan serta kurangnya kawasan resapan air menyebabkan drainase tidak mampu mengatuskan limpasan pasokan air permukaan yang melimpah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini menyebabkan daerah-daeah bantaran sungai akan terendam banjir," tutur Sutopo.
BNPB memperkirakan Sungai Ciliwung akan meluap ke Kampung Pulo, Gang Arus, dan Pengadegan. Kali Krukut juga berpotensi meluap ke daerah Pondok Raya, Pasar Mampang, Pulau Raya, Jati Padang, Cipete Selatan, Pondok Labu, Bendungan Hilir, dan Rumah Sakit Mintoharjo.
Sementara itu, bantaran Kali Pesanggarahan yang masuk daftar bahaya banjir adalah Cirendeu Indah, Sepolwan, Deplu, IKPN, Ulujami, Perdatam, Tanah Kusir, Cipulir, Cidodol, Kedoya, Perum Kelapa Dua dan Pos Pengumben. (sip)