Ditanya mengenai pengaruh Tim 9 atas masuknya kembali Suhardi Alius ke dalam daftar enam calon Kapolri, Kompolnas langsung dengan tegas membantahnya. Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala menyatakan masuknya Suhardi Alius dalam daftar calon Kapolri tidak dipengaruhi oleh 'hembusan suara' dari Tim 9.
"Kenapa Tim 9 jadi ukuran kami? Tidak ada itu," ujar Adrianus di kantor Kompolnas, Kamis (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adrianus mengatakan siapapun boleh memberikan masukan atau pertimbangan tapi tidak semua akan mempengaruhi putusan yang dikeluarkan oleh Kompolnas. Diapun menegaskan agar tidak ada pihak yang mengadu domba Kompolnas dengan pihak lain.
Sebelumnya, Ketua Tim 9 Syafi'i "Buya" Maarif mengatakan pada media jika nama Suhardi Alius layak untuk masuk dalam bursa calon Kapolri. Selain nama Sekretaris Utama Lemhanas itu, nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution juga dianggap layak menjadi Kapolri.
Perkataan tersebut memicu komentar dari pengacara Komjen Budi Gunawan, Razman Arif Nasution yang mengatakan Buya memiliki hubungan dengan Suhardi Alius.
"Kenapa tidak sebut saja, atau mungkin dia kecewa dengan tidak masuknya Suhardi Alius menjadi Cakapolri? Sebut saja supaya calon kapolri itu Suhardi Alius," kata Razman saat ditemui di Mabes Polri, Senin (9/2).
Terlepas dari semua tudingan tersebut, Komisioner Kompolnas yang lain Logan Siagian mengungkapkan siapapun jenderal Polri berbintang tiga layak untuk menjadi calon Kapolri. Dia mengungkapkan hal tersebut lantaran peraturan itu tertera dalam Undang-Undang.
"Menurut UU, jenderal bintang 3 layak jadi Kapolri. Kalaupun kita melakukan pemeriksaan CV dan kinerja mereka bagus maka boleh-boleh saja," kata Logan. (utd)