"Kami baru bentuk tim investigasi. Kami sedang melakukan pendalaman soal informasi," ujar komisioner KY Imam Anshori Saleh ketika dihubungi CNN Indonesia, Jumat (13/3). Tim investigasi tersebut terdiri dari Ketua KY Suparman Marzuki, Komisioner KY Ibrahim, dan Imam.
"Kami belum sampai memanggil, baru mencari data yang lebih akurat," ujarnya.
Namun, Imam menjelaskan, pemanggilan saksi akan dilakukan. Saksi tersebut antara lain pihak pelapor dan pihak yang dilaporkan. Imam menargetkan investigasi akan rampung dalam waktu 1,5 bulan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, KY mendapat laporan pada pertengahan Februari lalu soal adanya pertemuan Ketua Pengawasan MA dengan bekas Presiden Direktur PT Bukit Jonggol Asri tersebut. Laporan didasakan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Timur Manurung sendiri, diketahui hadir sebagai saksi dalam pemeriksaan di KPK pada 13 Januari 2015 lalu.
Rudi menjelaskan, Swie Teng dan Timur Manurung mengenal dekat lantaran kerap bertemu di sebuah gereja. "Nah pertemuannya itu juga karena Pak Swie Teng dengan Pak Timur Manurung satu gereja. Pak Timur adalah orang yang dituakan dalam gereja Pak Swie Teng," ujar Rudi menjelaskan. (sip)