Istri Jokowi-Ahok Duet Sosialisasikan Pencegahan Kanker

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2015 15:20 WIB
Iriana Widodo dan Veronica Tan bekerja sama memberikan pandangan pentingnya pengetahuan dan pemeriksaan kanker lewat PKK dan Puskesmas. Istri Presiden Joko Widodo, Iriana Widodo (depan) dan Istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufida Kalla saat pawai dari Bundaran HI menuju Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2014.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istri Presiden Joko Widodo (Jokowi) Iriana Widodo dan istri Gubernu DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan berduet lagi. Kali ini dalam acara Sosialisasi Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia Tahun 2015-2019, di Istana Negara, Rabu (18/3).

Saat sambutan, Iriana menyebut sosialisasi ini penting karena menurutnya banyak ibu yang tidak mengerti kesehatan organ wanita. Untuk itu, dia meminta PKK dan Puskesmas di seluruh wilayah memberikan penyuluhan soal itu.

Iriana juga meminta dalam penyuluhan yang dilakukan oleh Puskemas itu ada pemeriksaan oleh ahli serta IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat). Semuanya itu, papar dia harus gratis.


"Saya ingin lima tahun ke depan, perempuan Indonesia bebas dari kanker," katanya.

Usai memberikan sambutan, Iriana meminta Veronica menceritakan pengalamannya saat melakukan pemeriksaan kesehatan ibu-ibu di wilayahnya.

"DKI juga sedang mengusahakan variatif, karena kita tahu dari dokter juga pasien, kankernya banyak," tutur Veronica.

Veronica menyebut fasilitas radiologi banyak, tetapi semua pasien bertumpuk di Jakarta. Ini membuat fasilitas radiologi terkesan kurang hingga pasien kanker bisa mengatre sampai enam bulan. "Kami harap dari puskesmas kita ada rumah singgah, juga sampai ke RSUD ke RSCM," paparnya.

Veronica dalam kesempatan itu juga meminta Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang hadir dalam acara itu agar tes IVA ditindaklanjuti dan gratis.

Selain Menkes Nina Moeloek, hadir juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Fattah Saefullah Yusuf, ibu-ibu anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, serta ibu-ibu penggerak PKK seluruh Indonesia.

Menteri Yohana menjelaskan, selama ini di Indonesia prevelansi penyakit kanker memang cukup tinggi.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalansi tumor kanker Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau 330 ribu orang. Penyakit kanker terbanyak di Indonesia yang umumnya menyerang perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

Berdasarkan sistem informasi rumah sakit tahun 2010, jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap pada kanker payudara terbanyak yaitu 12.014 orang dan kanker serviks 5.349 orang. Kemudian disusul dengan kanker leukemia sebanyak 4.342 orang, dan kanker paru-paru sekitar 3.244 orang. (hel)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK