Dilansir portal resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id, Lukman menyatakan Nyepi mengandung makna introspeksi. “Pada suatu waktu, manusia perlu bercermin ke dalam dirinya sendiri. Dalam hening, manusia mendegarkan bisikan hati nurani yang suci, dan berusaha menghindarkan diri dari segala perbuatan tercela,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Catur Brata yang berlangsung hari ini selama 24 jam, umat Hindu melaksanakan 4 jenis pengendalian diri, yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karye (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang dan mengumbar hawa nafsu). Catur Brata ini merupakan puncak pengendalian dan introspeksi diri menuju ketenangan spiritual.
“Kepada segenap umat Hindu, saya mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937. Semoga Tuhan yang Maha Esa selalu bersama kita. Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selamanya,” ujar Lukman.
Nyepi diambil dari kata ‘sepi’ yang berarti sunyi. Bagi masyarakat Hindu Bali, Nyepi ialah hari untuk mengembalikan keseimbangan di alam semesta. Di puncak perayaan Nyepi hari ini, seluruh Pulau Dewata hening. Bandara Internasional Ngurah Rai pun tak melayani penerbangan selama 24 jam. (agk)