Perburuan Penembak TNI Aceh Fokus pada Kelompok Tertentu

Suriyanto, CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2015 12:06 WIB
Perburuan Penembak TNI Aceh Fokus pada Kelompok Tertentu Sejumlah prajurit Kostrad membawa perlengkapan tempur mereka saat gelar pasukan dalam rangka latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Taxi Way, Skadron 32 Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis (19/3). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pencarian pelaku penembakan dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara mulai mengarah pada satu sosok tertentu. Hasil penyisiran lokasi dan pengumpulan informasi, petugas TNI dan Polri kini mulai membidik nama-nama yang diduga menembak Sertu Indra dan Serda Hendrianto.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Wuryanto, Jumat (27/3) mengatakan, hingga tadi malam pencarian belum membuahkan hasil.

Informasi yang diterima dari masyarakat menurutnya sudah cukup banyak dan terus dikumpulkan. Namun keberadaan pelaku penembakan ini masih misteri. Karena itu, TNI menurut Wuryanto belum tahu motif di balik penembakan Indra dan Hendrianto.


"Dugaan awal dari informasi yang kami peroleh, sudah mulai mengarah (pada nama tertentu), namun maaf tidak bisa kami sampaikan," kata Wuryanto kepada CNN Indonesia. (Lihat fokus: Intel TNI Terbunuh di Aceh)

Saat ditanya sosok Din Minimi yang selama ini disebut sebagai pelaku penembakan, Wuryanto menyatakan kemungkinan mengarah pada Din atau siapapun masih sangat terbuka.

Ia hanya mengatakan, bahwa pelaku penembakan adalah individu-individu yang dulu berada dalam satu kelompok bersejata. Mereka kini kembali membentuk sebuah komunitas. "Namun mereka tidak menyebut nama untuk kelompok mereka itu," ujar Wuryanto.

Sebagai daerah bekas konflik Aceh menurutnya masih banyak senjata api yang beredar. Imbauan TNI dan Polri untuk menyerahkan senjata-senjata tersebut tak sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat. (Baca juga: 2 Intel TNI di Aceh Tewas Diberondong Peluru dari Jarak Dekat)

Nama Nurdin Ismail alias Din Minimi sendiri langsung muncul pasca tewasnya dua anggota TNI tersebut. Namun keterlibatan Din ini langsung dibantah oleh Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin yang mengenal Din.

Din, kepadanya, mengaku tidak tahu menahu soal tewasnya dua anggota TNI tersebut. "Dia kontak saya. Saya tanya apa dia tahu soal penculikan dua intel, apa dia terlibat, dia menyatakan dia tidak tahu, dan tidak terlibat dengan penculikan itu," ujar Safaruddin, saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (24/3). (Baca juga: Din Minimi Bantah Terlibat Pembunuhan Dua Intel TNI)

Sementara itu salah seorang anggota TNI di Aceh yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa penyisiran masih terus dilakuan dengan menurunkan Batalyon Rider 112 Satuan Pemukul Kodam Iskandar Muda.

Soal Din Minimi, ia mengatakan bahwa instruksi untuk memburu Din sudah ada sejak lama sebelum ada insiden penembakan ini. Din diketahui mengusai wilayah hutan di Kabupaten Aceh Utara.

Sertu Indra dan Serda Hendrianto ditemukan tewas pada Selasa lalu dengan banyak luka tembak di tubuh mereka di Desa Batee Pilah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Sertu Indra dan Serda Hendri kemungkinan besar dieksekusi dengan cara diberondong peluru dari jarak dekat. Indikasi tersebut terlihat dari luka tembak yang ada hampir seluruh bagian tubuh korban. Keduanya ditemukan hanya mengenakan celana dalam dan salah satu dari mereka dalam kondisi terikat kain merah. (Baca juga: Ansyaad Mbai: Masih Ada Kelompok Kecil Bersenjata di Aceh) (sur/sur)




BACA JUGA