"Ya memang dari dulu, saya bilang ini ada kerjasama antara legislatif ada oknumnya, eksekutif ada oknumnya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (27/3).
Ahok menyampaikan permainan anggaran ini berupa penggelembungan dana kegiatan. Ahok mencontohkan misalnya kegiatan rehabilitasi gedung secara sengaja sudah diatur pemenang tender konsultan dan perusahaan pengadaan barang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamu bisa bayangkan enggak, enggak ada presiden (yang mendukung), (bisa jadi) kami yang ditangkap bukan orangnya," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini.
Saat ini, imbuh Ahok, dirinya lebih mudah menyisir dugaan penggelembungan dana di APBD karena adanya dukungan dari pemerintah pusat. Selain itu, penggunaan mekanisme e-budgeting juga dipandang akan mempermudah penyisiran dan pengawasan anggaran di Jakarta. Apalagi dengan diterbitkannya pergub maka praktis yang merencanakan serta mengisi mata anggaran Jakarta adalah pihak SKPD sendiri.
"Sekarang sudah baik, legislatif tidak bisa masukin (program) lagi. Kami langsung sisir dengan Mendagri," tutur Ahok. (pit)