Nico mengatakan, seharusnya permasalahan Partai Golkar diselesaikan saja melalui internal partai. "Jika partai-partai di DPR ingin memaksakan adanya hak angket sama saja mereka ingin mempolitisasi Partai Golkar," ujar Nico saat ditemui di sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekali lagi Nico menegaskan, ketidakloyalan anggota Fraksi Partai Golkar tersebut terlihat nyata lantaran mereka sendiri yang mengundang intervensi dari partai lain untuk mengurusi masalah internal mereka.
"Dengan mereka yang mencanangkan hak angket pertama kali itu memperlihatkan anggota tersebut tidak loyal pada Golkar dan tidak menghargai Golkar sebagai partai politik," tuturnya.
Sebelumnya Ketua dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin dan Bambang Soesatyo mencanangkan hak angket terhadap Yasonna Laoly lantaran beberapa putusannya dianggap merugikan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan. Setelah dicanangkan oleh Fraksi Partai Golkar, partai lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih pun mendeklarasikan mendukung hak angket tersebut.
Hak angket sendiri sudah diserahkan kepada pimpinan DPR beberapa hari lalu dengan total anggota yang menandatangi adalah 116 orang. Rinciannya adalah Fraksi Partai Golkar 55 orang, Partai Gerindra 37 orang, Partai Keadilan Sejahtera 20 orang, PPP dua orang, dan Partai Amanat Nasional dua orang.
(obs)