"Saya wanti-wanti betul, jangan sampai ada orang partai politik yang jadi anggota Pansel. Kalau bisa kualitasnya beda-beda tipis dengan malaikat," ujar Abdullah, Sabtu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, para calon pemimpin KPK pada seleksi sebelumnya juga tidak dimintai jaminan untuk tidak menerima jabatan apapun selama memimpin KPK. "Apalagi scan otak, tidak ada sama sekali," ujar Abdullah. (Baca Scan Otak: Cara Baru Seleksi Pemimpin KPK)
"Saya sudah berikrar sejak masuk KPK bahwa saya siap mati syahid dalam proses memberantas korupsi di Indonesia. Jadi kalau saya diminta berpartisipasi, insya Allah saya siap membantu," kata Abdullah.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Pansel Capim KPK akan dibentuk April ini. Pansel bertugas menyeleksi kandidat yang bakal menggantikan para pemimpin KPK yang masa tugasnya berakhir Desember 2015.
Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan saat ini koordinasi telah dilakukan antara Kementerian Hukum dan HAM, Sekretariat Negara, dan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan terkait pembentukan Pansel. (agk)