Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, KPU seharusnya tidak tinggal diam mendapati kabar tersebut. Pernyataan terbuka Akbar Faizal dinilai bukan sekadar asal cuap lantaran dia dianggap sebagai orang yang turut punya andil mengantar Jokowi ke Istana.
"Akbar ini orang yang berada di Ring 1 dalam tim sukses Jokowi. KPU seharusnya peka menanggapi tudingannya. Ini harus segera diungkap," ujar Ray saat ditemui di Gedung KPU, Jakarta, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Entah mungkin karena dia tidak mendapat jatah di kursi kabinet atau entah apa, kami tidak tahu. Bagaimanapun pengakuan ini bagi sebagian orang tidak menjawab apa-apa," kata Jeirry.
"Jika kecurangan itu terjadi, ini bisa mendelegitimasi presiden. KPU wajib mengonfirmasi tudingan ini langsung ke Akbar Faizal dan tim sukses Jokowi," ujar Jeirry.
Kecurigaan penyedotan data KPU mulai ramai dibicarakan publik sejak beredarnya pesan singkat Akbar kepada Deputi Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho. Pesan singkat itu mengungkapkan adanya teknologi penyedot data informasi teknologi (IT) KPU di Pilpres 2014.
Dalam pesannya, Akbar menyebut teknologi penyedot data itu dimiliki Luhut, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Bekas anggota Tim Transisi itu mengatakan teknologi milik Luhut itu sangat canggih, cukup hanya dengan memarkir mobil di depan KPU, maka data-data akan tersedot. (utd)