Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso mengakui kapasitas produksi pabrik ekstasi ini sangat luar biasa banyaknya. "Kurang lebih kapasitasnya 50 ribu dalam satu jam," kata Budi di lokasi pabrik di Ruko CBD, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangunan tiga lantai itu selain untuk membuat ekstasi juga untuk menyimpan beberapa jenis ekstasi. Selain 50 ribu butir ekstasi, petugas juga menemukan 800 gram sabu diduga dari Pakistan, 122 lembar CC4 asal Belgia, dan satu mesin cetak ekstasi. Petugas juga menyita 25 kg bahan baku ekstasi. (Baca juga: Cerita Pengungkapan Jaringan Narkotik Baru Freddy Budiman)
Pendirian pabrik ini sudah direncanakan sejak September 2014 lalu di Cikarang. Namun lantaran bahan baku belum siap, alat cetak ekstasi dipindahkan ke ruko di Cengkarang pada maret lalu.
Petugas menurut Budi saat ini terus menyusuri kemungkinan adanya pabrik lain yang dibangun jaringan ini di daerah lain. (Baca juga: Kabareskrim: Efek CC4 Bisa Buat Pemakainya Bunuh Diri) (sur)