Wali Kota Risma Adukan Persoalan Pasar Turi ke Wapres

Noor Aspasia Hasibuan, CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2015 12:04 WIB
Wali Kota Risma Adukan Persoalan Pasar Turi ke Wapres Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) diajak berfoto selfie oleh peserta kongres seusai acara pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (9/4). (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Walikota Surabaya Tri Rismaharani menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas dan menyelesaikan konflik Pasar Turi di Surabaya yang tak kunjung selesai.

"Kami akan dipandu terus untuk dibantu dari Kantor Wapres untuk percepatannya, targetnya sebelum puasa," kata Risma, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (14/4).

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama satu jam ini, Kalla sempat menghubungi Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan untuk menyelesaikan masalah dan konsep biaya tambahan sertifikasi untuk pedagang.


Untuk diketahui, pedagang pasar turi yang tergabung dalam Gerakan Pedagang Pasar Turi Surabaya Korban Kebakaran telah meminta Risma untuk segera membatalkan perjanjian build operate and transfer (BOT) dengan pengembang Pasar Turi PT Gala Bumi Perkasa.

Permintaan ini digulirkan karena perusahaan tersebut tak kunjung merampungkan pembangunan bekas pusat grosir tersebut. Dalam perjanjian kerja sama dengan Pemkot, perusahaan ini harusnya menuntaskan pembangunan pada 14 Februari 2014. Namun, hingga saat ini pembangunan tak juga bisa diselesaikan. Secara keseluruhan sebanyak 6.500 stan dan akan berdiri di bangunan setinggi 8 lantai ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya telah melayangkan somasi kepada PT Gala Bumi Perkasa. Somasi tersebut dilayangkan lewat pengacara Pemkot Surabaya.

Inti dari somasi itu di antaranya agar investor segera melakukan perubahan perjanjian dengan Pemkot Surabaya yang dianggap telah merugikan pascakebakaran lalu. (sur/sur)