Institusi kepresidenan mendapatkan kepercayaan masyarakat sebesar 88,3 persen yang menjadikannya sebagai institusi paling dipercaya dibandingkan institusi lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua DPD Irman Gusman menilai, kepercayaan responden yang tinggi terhadap institusi kepresidenan merupakan fenomena menarik. "Berarti institusi ini masih dianggap mampu memperbaiki permasalahan bangsa," kata Irman.
"Ini merupakan peringatan dini bagi Jokowi-JK. Dibandingkan dengan masa SBY-JK, angka ini sangat rendah," tutur Irman.
Menurut Irman, masa pemerintahan Jokowi-JK yang baru akan mencapai enam bulan seharusnya masih dalam masa 'bulan madu'. Artinya, kepuasan masyarakat seharusnya masih cukup tinggi. "Seharusnya tingkat kepuasan bisa mencapai 70-80 persen. Kalau 50 persen seharusnya ketika sudah masuk dua atau tiga tahun pemerintahan," ujarnya.
Survei dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden 1.200 orang. Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia. Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner dan dilakukan pada 15-25 Maret 2015. (rdk)