Ahok: Konsultan Dunia Belajar Smart City dari DKI Jakarta

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 15/04/2015 00:47 WIB
Ahok: Konsultan Dunia Belajar Smart City dari DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelum rapat mediasi di Gedung Kemendagri, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2015. Kementerian dalam negeri melakukan mediasi permasalahan antara pemerintah DKI Jakarta dengan DPRD DKI Jakarta mengenai dana siluman yang terdapat pada RAPBD 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengklaim sistem kota pintar atau Smart City yang dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat apresiasi dari konsultan internasional. Bahkan, konsultaan kenamaan dunia, Mike Tensi, tertarik untuk mempelajari aplikasi pintar DKI yang dinilainya lebih canggih dan mendetil dibandingkan sistem smart city di banyak negara.

"Ya sudah kalau saya lihat kesannya cukup tertarik juga Smart City punya kita. Mereka tidak pernah pikirkan Smart City kita begitu detil," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Selasa (14/4) sore.

Ahok bercerita Mike Tensi kagum sekaligus kaget dengan sistem Smart City di DKI Jakarta yang dapat memantau gerak-gerik pegawai pemda yang terekam oleh CCTV hanya melalui telepon seluler. MIke menduga tak banyak pegawai DKI yang tahu kalau aktivitasnya dimonitor oleh Smart City.


"Saya bilang ke mereka, kamu ada pemikiran apa kasih tahu saya dan pemikiran saya akan saya kasih tahu ke dia. Dia saja kaget saat kita mengeluarkan ponsel dan cctv bisa di-zoom dan dikontrol lewat ponsel," ujarnya.

Menurut Ahok, seluruh jaringan pada setiap kelurahan di Ibu Kota sudah terhubung dengan viber optic sehingga hampir tidak ada jeda koneksi jika terjadi percakapan via video call. Namun, Ahok mengatakan untuk mengembangkan Smart City yang terintegrasi membutuhkan anggaran dan sumber daya manusia yang tak sedikit.

"(Anggaran) Smart City mungkin akan agak besar ya karena kita mau membentuk tim untuk menganalisa dan mendesain ruangan agar bagus. Saya yakin akan banyak orang yang datang untuk belajar," kata Ahok. (ags/ags)