Keputusan penting tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, sesaat setelah dirinya membuka acara Silaturahim Nasional ke II Forum Komunikasi dan Deklarator Partai Demokrat, tadi malam, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden keenam Indonesia itu juga mengatakan bahwa Demokrat tidak memiliki niat buruk sama sekali dengan memilih posisi sebagai penyeimbang dalam parlemen.
"Demokrat ingin menjadi penyeimbang dalam arti, anggota eksekutif dari Demokrat di Pemerintahan Daerah akan tetap loyal kepada Presiden, kebijakan Presiden yang baik akan kita dukung, dan keputusan Presiden yang tidak tepat akan dikoreksi," ujar SBY menjelaskan.
Partai Demokrat memang telah memutuskan untuk tidak bergabung dengan KIH maupun KMP sejak kedua koalisi tersebut muncul saat Pemilu 2014 lalu. Padahal, pada era Pemerintahan SBY 2009-2014 lalu Demokrat termasuk ke dalam salah satu partai kunci pada Koalisi Gabungan antar partai saat itu. (meg)