"Tentunya angka ini kami harapkan angka yang moderat," ujar Syarief di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (23/4).
Lebih lanjut, ia membantah wacana dinaikkannya persentase tersebut adalah untuk menutup pintu bagi kader Demokrat lainnya masuk ke bursa pemilihan ketua umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah dong (untuk persulit calon lain). Itu untuk meningkatkan kualitas. Kualitas harus dijaga, tapi unsur demokrasi harus tetap dijunjung tinggi," tegasnya.
Sejak mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum tersangkut kasus korupsi Hambalang, SBY langsung mengambil alih kepemimpinan Demokrat. Hingga saat ini, belum ada yang bisa menggantikan figur SBY di Demokrat. Dia merupakan pusat orbit Demokrat. Ahli strategi yang membuat partai itu ditakuti KMP.
Pada Kongres 2010 lalu, kader-kader muda seperti Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie bertarung mati-matian untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat. Namun nasib buruk menimpa dua dari ketiga orang itu. Anas dan Andi kini mendekam di bui karena kasus korupsi. Tinggal Marzuki Alie tersisa, dan kemungkinan bakal kembali maju di Kongres 2015.
Selain Marzuki Alie, hadir pula I Gede Pasek Suardika yang siap untuk masuk ring pertarungan. Meskipun mengetahui besarnya dukungan yang telah dikantongi oleh SBY, Gede Pasek juga tidak gentar untuk bertarung dengan SBY dalam bursa pemilihan calon ketua umum di Surabaya pada 11-13 Mei nanti. (Baca juga: Pasek Kukuh Bertarung Lawan SBY di Kongres Demokrat) (hel)