"Petugas jaga bilang tidak tahu berada di ruang mana, dia sempat lihat Novel salat, tapi tidak tahu di ruang mana. Apakah diperiksa atau tidak, katanya ruanganya lampu mati, kita harus tahu dimana," ujar Muji Kartika Rahayu di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (1/5).
Tim pengacara yang sudah hadir diantaranya Usman Hamid dan Bahrain. Sementara ini mereka masih menunggu ruang tunggu pintu masuk Bareskrim Polri.
"Kita harus tahu dimana, masih hidup atau tidak," kata Usman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usman mengaku berhasil menelepon Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Badrodin berjanji menghubungi pimpinan Bareskrim terkait penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan
"Kata Kapolri, 'saya akan coba hubungi pimpinan Bareskrim'," ungkap Usman.
Novel ditangkap penyidik Bareskrim sekitar pukul 00.00 WIB dini hari tadi di kediamannya di Kelapa Gading, Jakut. Namun hingga pukul 05.22 WIB, Tim pengacara belum dapat menemui Novel.
Dari informasi yang dihimpun, ada sekitar 13 penyidik Polri yang mendatangi rumah Novel. Sontak saja, kedatangan para perwira polisi itu mengagetkan keluarga Novel.
Novel Baswedan sendiri sebenarnya baru saja pulang ke rumah. Novel memang hampir setiap hari pulang larut malam dari kantornya, di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Hingga pukul 06.45 WIB belum ada keterangan resmi dari Bareskrim Polri terkait penangkapan sepupu dari Menteri Pendidikan Anies Baswedan. (pit)