Jajak pendapat yang dilakukan lembaga survey Cyrus Network memunculkan dua nama yang memiliki peluang besar untuk memenangi pilkada di ibu kota, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut polling tersebut, keduanya bisa menjadi ancaman serius bagi petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok.
Jajak pendapat yang mereka lakukan di 42 kecamatan di DKI Jakarta pada periode 24-30 April lalu menunjukkan, tingkat popularitas Ahok di mata warga Jakarta sebenarnya masih tinggi. Cyrus Network mencatat, popularitas mantan bupati Belitung Timur itu mencapai 96,6 persen. Di bawah Ahok, secara berturut-turut merupakan Risma dan Emil -panggilan akrab Ridwan Kamil- dengan presentase sebesar 74,5 persen dan 73 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Cyrus Network Hasan Nisbi mengatakan, Ahok hanya akan bersaing ketat dengan Ridwan dan Risma apabila ketiganya mencalonkan diri pada pilkada mendatang. "Jika lawan Ahok hanya sekedar politikus atau pengusaha, maka Ahok berpeluang besar memenangkan pilkada dengan mudah," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/5).
Di sisi lain peneliti Center for Strategic and International Studies Philips Vermonte menuturkan, peta persaingan Ahok melawan Ridwan dan Risma mempunyai karakteristik yang berbeda.
Menurutnya, Ridwan mempresentasikan dua tipe pemilih, yaitu pemilih yang masuk kategori Islam konservatif dan pemilih muda. Philips berkata, jika Ahok dan Ridwan bertemu pada ajang pilkada maka keduanya akan alot merebutkan pemilih muda.
Sementara itu, ia memprediksi pertarungan Ahok melawan Risma akan lebih ketat dibandingkan persaingan Ahok dan Ridwan. "Pengalaman Risma lebih panjang. Aspek politik-birokratis sudah dia hadapi. Untuk urusan tata kota Risma juga nomor satu," ujarnya. (sip)