Ridwan Kamil dan Risma Disebut Pesaing Kuat Ahok

Abraham Utama, CNN Indonesia | Kamis, 07/05/2015 16:14 WIB
Beberapa nama tokoh yang dianggap cocok bertarung melawan Ahok pada gelaran pilkada ibu kota mendatang sudah mulai bermunculan. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menyapa warganya di sela gelaran Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika di Bandung, Jumat (24/4). (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Provinsi DKI Jakarta baru akan menggelar pemilihan kepala daerah pada tahun 2017. Meski demikian, beberapa nama tokoh yang dianggap cocok bertarung pada gelaran pilkada tersebut sudah mulai bermunculan.

Jajak pendapat yang dilakukan lembaga survey Cyrus Network memunculkan dua nama yang memiliki peluang besar untuk memenangi pilkada di ibu kota, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut polling tersebut, keduanya bisa menjadi ancaman serius bagi petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok.


Jajak pendapat yang mereka lakukan di 42 kecamatan di DKI Jakarta pada periode 24-30 April lalu menunjukkan, tingkat popularitas Ahok di mata warga Jakarta sebenarnya masih tinggi. Cyrus Network mencatat, popularitas mantan bupati Belitung Timur itu mencapai 96,6 persen. Di bawah Ahok, secara berturut-turut merupakan Risma dan Emil -panggilan akrab Ridwan Kamil- dengan presentase sebesar 74,5 persen dan 73 persen.


Ahok juga masih menjadi pilihan pertama pada pertanyaan tertutup yang diajukan Cyrus Network tentang sepuluh nama yang pantas memimpin Jakarta. Ia mendapatkan presentase sebesar 35,5 persen, sementara Ridwan serta Risma menyusul dengan presentase ketat: 14,8 persen dan 13,8 persen.

Direktur Cyrus Network Hasan Nisbi mengatakan, Ahok hanya akan bersaing ketat dengan Ridwan dan Risma apabila ketiganya mencalonkan diri pada pilkada mendatang. "Jika lawan Ahok hanya sekedar politikus atau pengusaha, maka Ahok berpeluang besar memenangkan pilkada dengan mudah," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/5).

Hasan berkata, pemegang hak suara di Jakarta rata-rata mengeyam pendidikan hingga tingkat sekolah menengah atas. Latar belakang ini membuat mereka sebagai pemilih yang paling rasional dibandingkan pemilih di daerah lain. "Mereka tidak peduli politikus atau tidak, yang penting calon kepala daerah itu adalah pejabat yang terbukti memiliki prestasi," ujarnya.

Di sisi lain peneliti Center for Strategic and International Studies Philips Vermonte menuturkan, peta persaingan Ahok melawan Ridwan dan Risma mempunyai karakteristik yang berbeda.

Menurutnya, Ridwan mempresentasikan dua tipe pemilih, yaitu pemilih yang masuk kategori Islam konservatif dan pemilih muda. Philips berkata, jika Ahok dan Ridwan bertemu pada ajang pilkada maka keduanya akan alot merebutkan pemilih muda.

Sementara itu, ia memprediksi pertarungan Ahok melawan Risma akan lebih ketat dibandingkan persaingan Ahok dan Ridwan. "Pengalaman Risma lebih panjang. Aspek politik-birokratis sudah dia hadapi. Untuk urusan tata kota Risma juga nomor satu," ujarnya. (sip)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK