SBY Jadi Ketua Umum agar Demokrat Tak Diintervensi Pemerintah

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2015 14:34 WIB
SBY Jadi Ketua Umum agar Demokrat Tak Diintervensi Pemerintah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Demokrat Ulil Abshar Abdalla menyatakan kader Demokrat khawatir akan adanya intervensi pemerintah untuk memecah-belah partainya. Oleh sebab itu, ujar Ulil, para kader memutuskan untuk kembali memilih Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua umum partai.

Dalam konferensi pers di lokasi Kongres IV Demokrat, Hotel Shangri-La, Surabaya, Ulil menyatakan ada intervensi pemerintah melalui oknum-oknum internal Demokrat. Pola itu pula, kata Ulil, yang menimpa Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan.

"Hal ini begitu seriusnya sehingga menimbulkan reaksi keras dari Pak SBY," kata Ulil.


Hal itu pula, menurut Ulil, yang membuat Demokrat belum bisa melakukan regenerasi kepemimpinan partai sebagaimana mestinya. Regenerasi diharapkan dapat terjadi pada periode berikutnya.

“Sekarang kami mohon maaf belum bisa melakukan itu (regenerasi). Pak SBY tetap jadi ketua umum," ujarnya.

Ulil mengatakan figur SBY amat penting untuk menangkal intervensi dari luar, sebab Presiden RI keenam itu dianggap sebagai tokoh yang dapat menjaga keutuhan partai. “Kalau tak ada tokoh kuat, akan banyak juga ancaman internal,” kata dia.

SBY saat ini resmi menjadi calon tunggal Ketua Umum Demokrat. Tak ada kader selain SBY yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum hingga pendaftaran ditutup siang ini. (Baca: SBY Jadi Calon Tunggal Ketua Umum Demokrat) (agk/agk)