"Benar, perencanaan mulai tahun ini, pembangunan tahun depan. Kami menunggu kajian dari Tim Reformasi DPR RI," kata Roem saat berbincang dengan CNN Indonesia, Rabu (20/5).
Tim Reformasi yang diketuai oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ini, kata Roem merupakan tim yang dipercaya untuk melakukan sosialisasi termasuk pengkajian ide-ide dari anggota dewan. Ditanya mengenai anggaran, Roem enggan menjawabnya, termasuk dugaan kemungkinan pembangunan gedung baru dalam proyek Reformasi DPR RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait sosialisasi, Roem menjelaskan pihak BURT menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Reformasi DPR. Meski di bawah kendali BURT pengelolaan proyek ini dipimpim Fahri. "Sosoalisanya ini ada di Tim Reformasi."
"BURT tidak main di domain anggaran. Anggaran tergantung Kemenkeu, diatur UU itu. Mudah-mudahan peletakan batu pertama tahun ini."
Fahri mengungkap, selain Alun-alun Demokrasi, nantinya akan dibangun museum, toko souvenir, ruang pengunjung termasuk ruang baru yang lebih memadai untuk anggota DPR dan para staf ahli.
Saat ditanya mengenai anggaran, lagi-lagi Fahri enggan menimpalinya dan menyerahkan proses anggaran sepenuhnya kepada Setjen RI, yang saat ini dijabat Winantuningtyastiti. Namun Fahri memastikan perencanaan anggaran tersebut masuk dalam APBN-P 2016.
"Soal anggaran anda tanya ke itu Setjen. Mereka pasti punya perencanaan itu, tentu masuk (di APBN-P 2016)," ungkap Fahri. (pit)