"Ada beberapa persitiwa tapi tidak terlalu besar di beberapa lokasi, dan itu bisa diatasi petugas kewilayahan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Agus Rianto, Jumat (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Agus mengaku belum menerima informasi lengkap dari petugas-petugas kepolisian di wilayah. Karena itu dia belum bisa mengungkapkan hasil evaluasi secara mendetail soal evaluasi pengamanan aksi massa itu.
(Baca: Catatan di Seputar Momen Kebangkitan Nasional)
"Saya yakin segala komponen masyarakat mengerti. Ini semua kami lakukan demi keamanan dan kenyamanan," kata Agus.
Pantauan CNN Indonesia, Sejumlah aksi massa memang terjadi pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Suasana menegangkan malah sempat terjadi di sekitar Istana Negara pada sore hari ketika massa membakar ban. Ratusan peserta aksi yang didominasi oleh kalangan mahasiswa tanpa henti meneriakan segala jenis tuntutan terhadap pemerintahan Joko Widodo.
(FOKUS: Di Balik Aksi Kebangkitan Nasional)
Setelah terjadi insiden bakar ban, peserta aksi juga menarik pagar kawat duri yang membatasi areal steril Istana dengan ruas jalan yang menjadi titik lokasi demonstrasi.
Aksi tersebut mendapat respons dari pihak kepolisian. Tarik-menarik pagar kawat duri pun tak terhindarkan. Polisi berusaha menenangkan massa aksi namun pagar kawat duri tetap dipaksa ditarik oleh pengunjuk rasa.
(FOKUS: Mengingat Kembali Reformasi)
Meski demikian, Presiden Joko Widodo di dalam Istana tetap melanjutkan agenda kerjanya seperti yang dia lakukan setiap hari. Suara ribut aksi demonstrasi yang berlangsung sejak siang hari, 20 Mei, terdengar hingga lingkungan dalam Kompleks Istana Kepresidenan. Namun kegiatan di dalam Istana berlangsung seperti tak ada kejadian apapun di luar. (rdk)