"Sudah datang 4.800 unit CCTV yang sampai pelat nomer saja kelihatan. Jadi itu sangat tajam," kata gubernur yang akrab disapa Ahok, usai menghadiri rapat paripurna DPRD, Di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (29/5). (Baca juga: Ahok: Konsultan Dunia Belajar Smart City dari DKI Jakarta)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dana pengadaan CCTV ini, Ahok mengatakan ia mendapatkannya dari perjanjian dengan pihak swasta. "Tidak kerjasama. Modalnya nodong saja. Ini bukan CSR (Corporate Social Responsibility), tapi kewajiban dari yang memasang mikrosel. Mereka pasang mikrosel saya kasih syarat menyediakan wifi, lampu jalan, dan CCTV," ucap mantan Bupati Belitung Timur itu. (Baca juga: Anggaran Pengadaan CCTV Ahok Dilarang Kemendagri)
Berdasarkan pemantauan CNN Indonesia, hasil pantauan kamera CCTV tersebut jernih. Gambar yang didapatkanpun sangat detil dan jelas dengan intensitas cahaya cukup. Menurut Ahok, di malam hari kondisinyapun akan tetap sama. "Malam sama saja, tapi pakai inframerah," ujarnya.
Untuk sementara, pemantauan CCTV akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans). Namun, ke depannya, semua masyarakat bisa memantau CCTV di seluruh Jakarta. "Nanti akan ditaruh di Smart City. Jadi semua orang bisa lihat. Cuma kan bandwidthnya masih kecil," katanya.
(utd)