Hal ini disampaikan peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, kepada CNN Indonesia, Minggu (31/5). Dia menilai, kedua kubu Golkar sulit untuk dapat berjalan bersama. "Pada dasarnya islah terbatas diikuti oleh dua kubu yang sebenarnya ibarat menyatukan air dan minyak," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Golkar memerlukan proses pemulihan yang cukup dan melakukan konsolidasi setelah konflik yang dialami oleh para elitnya ini. "Tapi proses ini sepertinya sulit dilakukan karena Golkar harus merespons semua persyaratan administratif yang dimintakan KPU," kata Siti. (Baca juga: Islah Atau Konsolidasi, Dianggap Kader Golkar Tak Penting)
Islah khusus memang disepakati oleh DPP Partai Golkar kubu Aburizal dan Agung untuk menyambut perhelatan Pilkada serentak tahun ini. Namun, kedua kubu tetap sepakat untuk terus melanjutkan proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan dalam mencari kepengurusan DPP Partai Golkar yang sah di depan lembaga yudikatif.
KPU berencana akan menggelar serentak seluruh Pilkada yang masa jabatan pemerintahannya berakhir 2015 dalam satu waktu. Berdasarkan data terbaru, total ada 8 provinsi, 170 kabupaten dan 26 kota yang akan menggelar Pilkada sepanjang tahun 2015.
BACA FOKUS: Pilkada Damaikan Konflik Beringin (hel)