Islah khusus itu ditandatangani bersama oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar dari kedua munas yang telah berlangsung, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, dengan disaksikan oleh Ketua Umum Partai Golkar ke-8 Jusuf Kalla dan segenap pengurus partai dari kedua kubu yang berselisih paham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketiga, adapun calon yang akan diajukan harus memenuhi kriteria yang telah disepakati bersama (DPP Golkar Munas Bali dan Ancol)," ujar Jusuf Kalla.
Islah khusus memang disepakati oleh DPP Partai Golkar kubu Aburizal dan Agung untuk menyambut perhelatan Pilkada serentak tahun ini. Namun, kedua kubu tetap sepakat untuk terus melanjutkan proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan dalam mencari kepengurusan DPP Partai Golkar yang sah di depan lembaga yudikatif.
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, beberapa pengurus DPP Partai Golkar dari kubu Ical—sapaan Aburizal—yang hadir di kediaman Jusuf Kalla tadi adalah Nurul Arifin, Ade Komarudin, dan Theo Sambuaga.
Sedangkan, Leo Nababan, Lawrence Siburian, Yorrys Raweyai, Priyo Budi Santoso dan Airlangga Hartanto turut hadir di kediaman Jusuf Kalla sebagai perwakilan pengurus DPP Partai Golkar dari kubu Agung. (meg)