Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, keberadaan PRJ Senayan 2015 justru membantu masyarakat ibu kota yang ingin menikmati pesta peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta namun tidak memiliki biaya untuk masuk ke dalam arena PRJ di Kemayoran.
Diketahui, pengunjung yang datang ke kawasan PRJ Senayan 2015 memang tidak dikenakan biaya untuk masuk ke sana. Sementara itu, biaya sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu harus dibayar oleh warga yang ingin datang ke PRJ 2015 di JIExpo, Kemayoran, pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun pengunjung PRJ Senayan 2015 dapat masuk ke area acara secara gratis, namun antusias warga yang hadir kesana dilaporkan tidak begitu besar.
Selain antusiasme pengunjung yang tidak besar, para pedagang yang berada di PRJ Senayan 2015 juga diketahui telah mengeluh karena mengalami kerugian sejak berjualan pada Sabtu lalu. Tarikan uang sebesar Rp 2 juta kepada setiap peserta, dan tidak dipenuhinya kebutuhan listrik serta air bersih yang mencukupi, menjadi alasan munculnya kerugian bagi para pedagang di sana.
PRJ di Parkir Timur Senayan ini sempat memicu ketegangan antara Djarot dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok menyebut bahwa Djarot telah mengeluarkan izin penyelenggaraa PRJ di Senayan tanpa berkoodinasi dahulu dengannya. Ahok menegaskan, Djarot tidak memiliki hak untuk mengeluarkan izin apapun atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Baca juga: Ahok Tegur Djarot Soal Izin PRJ Tahun Ini)
Terlebih, Djarot menjadi wakil gubernur, sebut Ahok bukan karena pilkada, tetapi oleh Undang-Undang. Ahok adalah yang melantik mantan Wali Kota Blitar itu sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Dia itu tidak beda dengan deputi sebenarnya,” ungkap Ahok.
Sebelumnya, diketahui Djarot memang telah mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan PRJ di kawasan Parkir Timur Senayan yang diadakan mulai Sabtu lalu hingga Jumat (5/6) mendatang. Walaupun pengunjung yang datang dapat masuk ke area acara secara gratis, namun antusias warga yang hadir ke PRJ di Senayan dilaporkan tidak begitu besar.
Djarot pun membela diri. Dia mengaku tidak pernah memberi izin terhadap penyelenggaraan Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 di kawasan Parkir Timur Senayan, yang berlangsung sejak Sabtu pekan lalu hingga Jumat mendatang. (Baca juga: Jawab Teguran Ahok, Djarot Klaim Tak Beri Izin PRJ 2015)
Menurut Djarot, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya memberikan dukungan penuh terhadap adanya PRJ 2015 di Senayan pada tahun ini. Penyelenggaraan PRJ 2015 di Senayan pun dikatakan Djarot tidak memerlukan izin karena acaranya berasal dari usulan masyarakat, serta tidak ada biaya bagi para pengunjung yang datang ke sana.
Kegiatan itu pun disebut Djarot tidak menggunakan APBD DKI Jakarta. Djarot juga mengatakan bahwa Ahok seharusnya telah mengetahui adanya PRJ 2015 di Senayan sejak usul penyelenggaraan acara tersebut diterima oleh Pemprov DKI Jakarta. (hel)