Ketua DPR Setya Novanto memperkirakan Jokowi baru akan menentukan pilihannya soal Panglima TNI setelah proses pernikahan anaknya selesai. Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, akan menggelar prosesi pernikahan pekan depan, 9-11 Juni. (Baca: Prosesi Nikah Gibran Digelar di Solo dan Jakarta)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setya berpendapat rotasi Panglima TNI antara Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara merupakan hal tak wajib. “Tidak harus (bergiliran) antara angkatan," kata Setnov.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto pun menyatakan pengganti Panglima TNI tak harus dari Angkatan Udara. Penunjukan bergantung pada kebutuhan politik pertahanan Presiden Jokowi. (Baca: Istana Sebut Panglima TNI Pengganti Moeldoko Tak Harus AU)
Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, dalam Pasal 13 disebutkan bahwa jabatan Panglima dapat diemban secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.
Jenderal Moeldoko yang menjabat Panglima TNI saat ini berasal dari Angkatan Darat. Sebelumnya jabatan itu diemban oleh Laksamana Agus Suhartono dari Angkatan Laut. Maka bila bergantian, pengganti Moeldoko akan berasal dari TNI AU, dan KSAU saat ini merupakan Marsekal Agus Supriatna.
“Yang jelas, calon Panglima TNI pengganti Moeldoko tak lain adalah tiga Kepala Staf Angkatan (AD, AL, AU) yang tengah menjabat sekarang,” ujar Andi Widjajanto.
Baca juga:
Barcelona Juara Liga Champions 2014/2015
Ronaldo: Jangan Ganggu Saya (obs)