"Jokowi mengubah skema permainan dan kebiasaan. Harusnya yang menjadi Pangljma adalah giliran Angkatan Udara tapi ini Angkatan Darat. Yang patut disesali, kok Jokowi tidak menjelaskan kenapa? Saya menuntut itu," kata Haris usai mengikuti sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, nama Gatot mencuat dalam bursa pemilihan Panglima TNI. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan Jokowi telah mengajukan nama Gatot. Gatkt menjabat sebagai KSAD sejak tanggal 25 Juli 2014 untuk menggantikan Jenderal TNI Budiman. Dalam bursa pemilihan KSAD, Gatot berhasil mengalahkan Letjen TNI Munir dan Letjen TNI Waris.
Pria berusia 55 tahun ini juga telah mengabdi di kesatuan baret hijau puluhan tahun. Beragam posisi yang telah dilakoni antara lain Dankodiklat TNI AD (2011-2013), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Gubernur Akmil (2009-2010), Dirlat Kodiklatad (2008-2009), Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), dan Danrem 061/Suryakencana (2006-2007).
Jauh sebelum berkecimpung di dunia angkatan darat, Gatot mengenyam pendidikan di Akademi Militer. Ia lulus pada tahun 1982. Sejak lulus, kariernya pun berkembang.
Nama Gatot kini muncul untuk menggantikan Jenderal Moeldoko yang akan pensiun pada 1 Agustus mendatang. Diketahui, Jenderal Moeldoko berasal dari Angkatan Darat. Ia dipilih untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang berasal dari Angkatan Laut. Kemudian, ada nama Marsekal Djoko Suyanto, perwira Angkatan Udara yang menjabat jadi Panglima TNI. (Baca juga: Bentuk Pasukan Elite Gabungan, TNI Bentengi RI dari Teror)
Kemudian, sejauh ini ada dua nama dari unsur angkata laut yang pernah menjadi Panglima yakni Laksamana Widodo Adi Sutjipto dan Laksmana Agus Suhartono. Selama ini memang jabatan TNI jauh didominasi oleh jenderal Angkatan Darat. (sip)