Dalam surat itu Dahlan menyebutkan meminta penjadwalan ulang pemeriksaan pada Rabu (17/6) pekan depan. Dahlan menyebutkan bahwa dirinya belum menunjuk penasehat hukum untuk mendampinginya dalam pemeriksaan.
Kuasa hukum Jawa Pos Grup, Pieter Talaway yang dihubungi CNN Indonesia menyatakan bahwa Dahlan Iskan belum menunjuk pengacara yang khusus untuk mendampingi dalam kasus korupsi gardu induk PLN. “Pak Dahlan memang belum menunjuk lawyer khusus untuk kasus ini. Kalau saya ini lawyer-nya corporate. Laywer-nya Pak Dahlan secara umum,” terangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Pieter juga menjelaskan bahwa Dahlan Iskan memiliki sejarah kanker hati. Dahlan kemudian sembuh dengan melakukan cangkok hati di China. “Salah satu yang bikin Pak Dahlan capek ya soal (hati) itu,” ungkapnya.
Pieter menegaskan bahwa Dahlan Iskan akan datang pada pemeriksaan pada Rabu depan. Jika hadir, Dahlan kemungkinan besar akan didampingi oleh Yusril Ihza Mahendra. Yusril mengaku dirinya sudah mendapatkan surat kuasa untuk menjadi pengacara Dahlan Iskan untuk kasus korupsi gardu induk PLN. (Baca juga: Dahlan Iskan Buat Surat Penunjukan Yusril sebagai Pengacara).
Dahlan Iskan ditetapkan tersangka oleh Kejati DKI terkait proyek gardu induk PLN karena dua masalah pokok yakni soal sistem multiyears dan pembayaran konstruksi proyek.
Dalam proyek gardu itu, Dahlan dijerat dengan bukti bahwa pembangunan konstruksi dilakukan berdasarkan dengan barang yang dibeli, padahal seharusnya pembayaran dilakukan berdasarkan perkembangan pembangunan konstruksi.
Sedang untuk proyek penganggaran multiyears sendiri, kejaksaan menemukan jika Dahlan membangun proyek gardu di atas tanah yang tidak tuntas atau bermasalah. Dari 21 gardu dibangun, empat belum beres. Dalam proyek APBN senilai Rp 1,063 triliun itu, kerugian negara ditaksir Rp 33 miliar.
BACA FOKUS: Gardu Induk Setrum Dahlan (hel)