Dilarang Razia Tempat Hiburan, FPI Minta Polisi Tegas

Suriyanto & Suriyanto , CNN Indonesia | Sabtu, 13/06/2015 07:11 WIB
Dilarang Razia Tempat Hiburan, FPI Minta Polisi Tegas Petugas Pengamanan dari Front Pembela Islam (FPI) membuat barikade saat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD DKI Jakarta, Senin, 10 November 2014. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Front Pembela Islam tak berencana melakukan razia pada tempat hiburan malam di DKI Jakarta saat Ramadan. Organisasi masyarakat ini hanya akan memberikan informasi kepada kepolisian jika masih ada tempat hiburan malam yang tak mematuhi edaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal jam operasional tempat hiburan malam saat Ramadan dan lebaran.

"Kepada aparat kalau memang ada tempat yang mencurigakan untuk berbuat maksiat harus ditindak," kata Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas kepada CNN Indonesia, Jumat (12/6).

Pria yang akrab disapa Habib Selon ini juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja selaku aparat pemerintah daerah untuk bertindak tegas pada tempat hiburan yang bandel. (Baca juga: Industri Hiburan Malam Dibatasi selama Ramadan)

Jika Satpol PP dan kepolisian tidak bertindak meski FPI sudah melaporkan, maka menurutnya tidak menutup kemungkinan FPI sebagai unsur masyarakat akan bergerak. "Lihat saja nanti, yang pasti aparat harus turun tangan dulu," kata Salim saat ditanya kemungkinan razia oleh FPI.

FPI beberapa tahun lalu dikenal sebagai ormas yang kerap menggelar razia pada tempat hiburan malam saat Ramadan. Anggota ormas ini tak segan melakukan pengrusakan tempat hiburan malam yang tidak tutup selama Ramadan.

Kepolisian sendiri dan Satpol PP sudah mengeluarkan imbauan agar ormas jangan sampai ada yang melakukan razia tempat hiburan malam. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bahkan menyatakan akan menindak tegas siapapun yang menggelar razia tempat hiburan malam saat Ramadan. (Baca juga: 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah mengeluarkan edaran agar tempat-tempat hiburan tutup atau membatasi jam operasionalnya saat Ramadan. (Baca juga: Ormas Dilarang Inspeksi Tempat Hiburan selama Ramadhan)

Tempat hiburan seperti bar, diskotek, bola tangkas, panti pijat hingga sauna dilarang beroperasi sebulan penuh. Sementara tempat seperti karaoke dan biliar dibatasi jam operasionalnya dari pukul 20.30 hinga 01.30.