Djarot mengatakan, sistem penyeberangan tersebut akan serupa dengan sistem yang sekarang dipakai untuk mengoperasikan bus Transjakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai mahalnya biaya penyeberangan ke Kepulauan Seribu, Pemprov DKI mengaku akan memberikan subsidi. "Kalau perlu subsidi khusus untuk warga Kepulauan Seribu, akan ada subsidi," kata Djarot.
"Kami ingin memberikan alternatif wisata di Kepulauan Seribu supaya masyarakat tidak selalu weekend ke Puncak, ke Bogor. Biar memecah konsentrasi," ucap Djarot.
Menurut dia, sebenarnya jika dikelola dan dikembangkan dengan baik, kawasan wisata bahari di Kepulauan Seribu tak kalah dengan Bunaken. Untuk itu, pihaknya saat ini sedang berusaha mengoptimalkan wisata bahari di kawasan tersebut, termasuk dengan membersihkan sampah dan menjaga lingkungan.
"Memang harus dijaga konvservasinya karena kalau banyak orang akan rusak kalau tidak dijaga betul," kata Djarot.
Sepanjang tahun 2014, jumlah pengunjung Kepulauan Seribu tercatat sebanyak 2 juta wisatawan dengan rata-rata 37 ribu wisatawan setiap pekan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 900 ribu dari jumlah wisatawan tahun 2013 yang menyentuh angka 1,1 juta.
Dengan peningkatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memasang target lebih tinggi lagi tahun ini. Sebanyak 2,5 juta wisatawan diharapkan akan menyambangi Kepulauan Seribu selama tahun 2015.
Beberapa pulau yang menjadi destinasi favorit wisatawan di Kepulauan Seribu dan menyumbang banyak pengunjung adalah Pulau Tidung, Pulau Harapan, dan Pulau Pramuka. Ada juga Pulau Pari dan Semak Daun yang saat ini mulai banyak memikat wisatawan. (rdk)