Alasannya, dari data yang disampaikan oleh Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), kedua wilayah tersebut rawan kebakaran hutan dan lahan.
BMKG dan LAPAN menyebutkan, beberapa daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan antara lain Jawa, Sumatera bagian Selatan, Aceh, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sumsel memang kami sering jaga, Kalbar (Kalimantan Barat) juga kami jaga. Tapi di awal-awal Aceh sama Sumsel saya luput. Saya akan perhatikan," ujarnya.
El Nino merupakan sebuah gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sekitar garis ekuator khususnya di bagian tengah dan timur. Penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim.
Akibat adanya El Nino ini, beberapa wilayah diperkirakan akan sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan. "Kalau ada sesuatu pemicu, akan terbakar," kata Yunus.
Diperkirakan El Nino moderat akan berdampak pada Indonesia antara bulan Juli sampai November 2015. Data inilah yang akan digunakan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk lebih meningkatkan pengawasan pada bulan-bulan tersebut.
"Kami ingin dengar ramalan cuaca seperti apa sehingga bisa diantisipasi sejak sekarang. Kan ketahuan puncaknya bulan November, mulai hati-hati Agustus, tapi start Juni juga sudah berbahaya," kata Siti.
Selain melakukan pengawasan, Siti juga mengaku pihaknya sudah siap mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Antisipasi ia lakukan dengan modifikasi cuaca dan pembuatan kanal blok.
"Kami selalu bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melakukan pekerjaan bersama. Kalau ada awan kami langsung modifikasi cuaca buat hujan buatan," jelas Siti.
"Di lapangan kami juga buat kanal-kanal blok jadi gambut-gambut yang keringnya kami basahkan," imbuhnya. (meg)