“Pada pemeriksaan yang baru, polisi mendatangkan tokoh agama dari daerah Agus. Ini supaya Agus bisa lebih tenang dan yakin untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” kata Misyal kepada CNN Indonesia, Jumat (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus merupakan mantan pembantu rumah tangga keluarga Margriet, ibu angkat Angeline yang menurut pemeriksan polisi, menguburkan jenazah Angeline setelah tewas. (Baca Pengacara Beber Ucapan Margriet ke Agus: Turuti Perintah Saya)
Siang ini polisi kembali mendatangi rumah Margriet yang juga menjadi lokasi tewasnya Angeline di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali. Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menemukan bukti baru –kali ini dibantu oleh tim Mabes Polri yang terbang dari Jakarta.
Tim Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Mabes Polri membawa banyak alat ke tempat kejadian perkara, yang paling penting ialah scanner untuk mendeteksi sidik jari secara massal. (Baca: Tim Mabes Polri Bawa Pendeteksi Sidik Jari ke Rumah Margriet)
Margriet dalam kasus pembunuhan Angeline menjadi saksi untuk Agus. Sementara dalam kasus penelantaran anak terhadap Angeline, dia menjadi tersangka.
Dua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline dan Christina Telly, juga diperiksa sebagai saksi. Demikian pula dengan tiga kerabat Margriet –Laura, Juliet, Franky– yang didatangkan polisi dari Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk dimintai keterangan di Polresta Denpasar dan Polda Bali kemarin. (Baca: Tiga Saksi Akui Angeline Alami Kekerasan, Tapi Tak Melapor) (agk)