"Beberapa tahun belakangan ini sebetulnya banyak sekali ide-ide pengolahan sampah dari kota-kota yang ada di negara kita. Tapi sampai saat ini yang saya tahu belum ada satu kotapun yang berhasil menangani sampah. Belum ada. Saya pernah melihat hampir di semua negara, baik di Jerman, di Singapura, di Korea. Beberapa cara pengolahan sampah yang berbeda, tetapi, saya harus ngomong apa adanya, di negara kita belum ada," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun mengungkapkan, saat menjadi wali kota Solo, dia pernah mencoba untuk menangangani sampah dengan baik. Demikian juga kala menjadi gubernur DKI Jakarta. Semuanya pun sempat terbentur dengan regulasi.
Untuk memulai terobosan pengelolaan sampah terpadu, Jokowi ingin ada satu kota atau kabupaten yang bisa dijadikan contoh di mana nanti hanya tinggal dikembangkan ke seluruh Indonesia.
Pengelolaan sampah ini, disebut Jokowi, akan jadi program pemerintahnya.
Ada beberapa hal yang ditekankan oleh Jokowi dalam penanganan sampah ini. Penanganan sampah harus dilakukan secara terpadu, sistemik yang melibatkan masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah dan juga dunia usaha.
"Pengelolaan sampah (harus) memberikan manfaat secara ekonomi, tentu saja sehat lingkungan bagi masyarakat dan yang paling penting dapat mengubah perilaku masyarakat," tuturnya.
(hel)