"Yang menarik, penyebarannya luar biasa merata. Ada Papua, Aceh, Sulawesi, Sumatra, bahwa kepedulian bangsa Indonesia terhadap korupsi luar biasa besar," ujar Destry di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).
Menurut dia, pansel bertugas untuk mengantarkan calon kepada presiden. Oleh karenanya, jika penyebaran pendaftar merata, hal itu mengindikasikan bahwa masyarakat memiliki perhatian besar terhadap korupsi. Ia pun mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa jumlah pendaftar menyentuh angka 500 orang, meskipun awalnya Pansel tidak fokus pada kuantitas, melainkan kualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Destry menekankan, timnya berusaha melakukan jemput bola dan berusaha meyakinkan masyarakat soal keadaan KPK yang sebenarnya. Ia pun bertemu dengan berbagai elemen, dari kepolisian, kejaksaan, KPK, dan dari lembaga pendidikan, hingga ormas seperti Muhammadiyah, NU, dan Romo Benny.
"Mereka antusias sekali. Kami juga terharu. Mereka bilang akan mengawal terus rekam jejaknya. Juga kami harapkan juga ada sumber-sumber dari ormas," kata dia.
Ia menjelaskan, parameter penilaian terdiri dari tahapan pertama yakni kelengkapan dokumen pendaftar. Selanjutnya, tahapan administrasi untuk mengetahui apakah pendaftar memenuhi persyaratan.
Destry menyebutkan bahwa besok akan ada pengmuman informasi terkait nama dan alamat. "Kami akan bagi profesi, gender, usia, asal daerah, pendidikannya. Kami nanti mau grouping. Pengumuman jam 14.00 WIB di Gedung Utama Lantai 2 di lobi," ujar dia. (pit)