Polisi Tembak Tiga Pelaku Penyerangan Salat Ied di Papua

Suriyanto, CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2015 15:04 WIB
Polisi Tembak Tiga Pelaku Penyerangan Salat Ied di Papua Aktivis dari Koalisi Peduli HAM Papua mengenakan pakaian tradisional saat unjuk rasa di Jakarta, Senin, 15 Desember 2014. Mereka meminta pemerintah untuk mengusut tuntas kasus kekerasan di Papua yang disinyalir dilakukan oleh Aparat TNI dan Polisi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga orang pelaku penyerangan warga yang tengah salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua terluka tembak. Petugas terpaksa melumpuhkan mereka karena tak mengindahkan peringatan petugas.

"Para pelaku dalam jumlah besar bikin onar, bikin kacau," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Patridge Renwarin kepada CNN Indonesia, Jumat (17/7).

Petugas kepolisian yang mengamankan jalannya salat Idul Fitri awalnya sudah memberikan pemahaman. Petugas meminta massa yang mengancam akan menyerang jemaah salat Idul Fitri agar mengurungkan niatnya.


Namun bukannya menuruti apa yang katakan petugas, massa malah makin beringas. Massa malah membakar beberapa rumah dan kios yang ada.

Petugas menurut Patridge sudah memberikan tembakan peringatan ke udara. Tapi tembakan tersebut tak membuat massa menyurutkan langkah.

"Kami terpaksa melumpuhkan mereka, tiga orang terluka tembak," ujar Patridge.

Mereka yang terluka ini sudah dibawa ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan intensif.

Puluhan orang tadi pagi mengancam akan menyerang warga yang tengah menjalankan salat Idul Fitri. Banyaknya penyerang yang datang membuat warga memilih menyelamatkan diri.

Belum diketahui penyebab penyerangan ini. Petugas menurut Patridge masih melakukan penyelidikan.

Saat ini kondisi di Tolikara dilaporkan kondusif. Petugas kemanan sudah berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (sur/sur)