Dua anggota TNI tersebut adalah Sersan Dua Lery anggota Koramil Komopa dan Prajurit Dua Sholeh anggota Kostrad 303/Raider. "Keduanya berangkat dari pos mereka kemarin sekitar pukul 15.00 WIT untuk membeli kebutuhan pokok di Kecamatan Enaroteli," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Birgadir Jenderal Wuryanto kepada CNN Indonesia, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di perjalanan, perahu mereka diberhentikan oleh kelompok bersenjata pimpinan Demianus. Di bawah ancaman kelompok ini, dua prajurit tersebut disandera kelompok tersebut, sementara Elda dilepaskan. (Baca juga: Dua Anggota Brimob Tewas Dibacok saat Patroli Freeport)
Untuk menghindari pencarian kelompok bersenjata tersebut, Lery dan Sholeh bersembunyi di rawa-rawa sepanjang malam. "Pagi harinya keduanya ditemukan oleh satuan tugas patroli Kostrad 303," kata Wuryanto.
Sejauh ini TNI menurutnya belum tahu motif di balik penculikan dan penyaderaan ini. Para penculik itu saat ini sedang dikejar petugas.
Demianus Magai Yogi adalah pimpinan kelompok bersenjata yang selama ini jadi salah satu target petugas keamanan di Papua. Selama ini, kelompok ini menurut Wuryanto kerap menggangu keamanan di Paniai. (Baca juga: Tedjo Buka Peluang Kasus Paniai Dibawa ke Pengadilan HAM)
Beberapa waktu lalu kelompok ini bahkan pernah menantang TNI dan Polri untuk perang secara terbuka. Tantangan tersebut sempat menaikan suhu ketegangan di Kabupaten Paniai.
Apalagi pada Desember lalu di Paniai ada tragedi berdarah di mana ada empat orang warga tewas tertembak. Para personel TNI di Paniai, kata Wuryanto saat ini terus meningkatkan kewaspadaan dan berupaya tidak terpancing segala tindakan provokasi. (sur)