"Baik umat Islam maupun Kristen, jangan terprovokasi. Mari kita jaga kerukunan umat beragama," ujar Rhoma dalam konferensi pers di Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah harus bangun kembali masjid yang dibakar. Korban yang terkena lemparan batu dan sebagainya juga mohon segera ditangani," ujarnya. (Baca: Pemerintah Biayai Pembangunan Masjid yang Terbakar di Tolikara)
"Katakanlah ini accident dan ada pemicunya. Saya tidak ingin bicara ada provokator yang ingin mengadu domba. Tapi pemerintah seharusnya bisa lebih cermat lagi menjaga kerukunan umat beragama," kata pentolan Soneta Grup yang pernah menyandang julukan Satria Bergitar itu.
Sementara itu Mabes Polri mengusut dugaan adanya aktor intelektual yang merancang insiden penyerangan jemaah salat Id dan pembakaran bangunan di Tolikara, Papua, pada Hari Raya Idul Fitri, Jumat (17/7). (Baca: Polri Telusuri Dugaan Aktor Intelektual Insiden Tolikara)
Simak Fokus: Damai Terusik di Tolikara
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Minggu (19/7), mengunjungi langsung di Tolikara. Dia menyatakan kasus tersebut bentuk pelanggaran hukum yang mesti diusut tuntas. (Baca: Kapolri Perintahkan Kapolda Papua Usut Tuntas Insiden Tolikara)
Polda Papua telah memeriksa 15 saksi yang terdiri atas sembilan orang jemaah salat dan enam anggota polisi yang bertugas saat kejadian. Lima saksi lain juga diperiksa untuk mendalami terjadinya tembakan dalam pembubaran paksa jemaah salat Id itu.
Tembakan dilepaskan polisi kepada tiga orang pelaku penyerangan jemaat salat Id yang tidak mengindahkan peringatan petugas. Ketiga orang tersebut kini dirawat di rumah sakit di Jayapura. (agk)