"Saya sudah kasih edaran untuk Menteri Dalam Negeri, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN. Surat ini bentuk antisipasi dan penjagaan keamanan tempat-tempat ibadah juga objek-objek vital nasional," kata Tedjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga hari setelah peristiwa penyerangan jemaah salat Id dan pembakaran bangunan di Tolikara, Papua, saat Hari Raya Idul Fitri, muncul insiden pembakaran pintu gereja di Purworejo, Jawa Tengah, dan Bantul, DIY, Senin (20/7).
Tedjo berencana meninjau langsung lokasi kejadian di Tolikara pada Kamis (24/7) untuk memastikan kondisi dan kronologi kejadian yang sebenarnya. Sementara Selasa kemarin (21/7), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah lebih dulu datang ke Tolikara. Tjahjo akan melaporkan hasil kunjungannya ke Tolikara kepada Tedjo, sebelum Tedjo besok ganti berangkat ke Tolikara.
Sementara Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang Minggu (19/7) sudah menyambangi Tolikara mengatakan akar masalah insiden Tolikara salah satunya berada pada miskomunikasi antara polisi, GIDI, dan Bupati Tolikara. (Baca Kapolri: Ada Putus Komunikasi Polres, Gereja, Bupati Tolikara) (obs)